Memaafkan lebih baik dari berdendam

Jikalau kita hanyut dalam kebencian dan tenggelam dalam kedendaman, sehingga waktu kita habis hanya untuk mendramatisir sebuah masalah yang menimpa kita. andaikata, kita membenci seseorang bererti kita sudah bersedia untuk mewakafkan kehidupan kita dan fikiran kita hanya untuk terus memikirkan dia. kebahagiaan kita akan tersita bahkan kita tidak boleh makan dan tidur hanya kerana memikirkan dia sedangkan dia mungkin sudah tertidur pulas.

Akankah, kita gadaikan kehidupan kita dengan perasaan dendam dengan penuh kebencian. kalau saja kebencian itu membahagiakan dan menjadi solusi, silahkan untuk benci! tapi yang terjadi kebencian yang melanda kita justru hanya akan menghancurkan cara berfikir kita, melumatkan raut wajah kita, membuat kotor tutur kata kita, membuat gelisah batin kita, membuat tidak sihat kehidupan kita, akhlak kita merosot menjadi hina, buah dari kebusukan hati yang melanda diri ini.

Oleh kerana itu jangan sia-siakan hidup kita hanya dengan menjadi seorang pendengki dan pendendam, jadilah seorang yang pemaaf, percayalah seorang pemaaf InsyaAllah hidupnya lebih ringan. Bukankah kita ingin menikmati hidup ini? Saudaraku, kenikmatan hidup tidak akan dimiliki oleh orang yang hatinya diselimuti kebencian dan perasaan dendam. maafkan orang lain itu indah, sehingga kita InsyaAllah akan merasa lapang, itulah darjat orang-orang yang mulia…

Wallahu a'lam.